RSS

Rabu, 27 Januari 2021

PENERAPAN DAN REFLEKSI FILSAFAT PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 5 SD (TUGAS AKHIR)

Oleh Rizqi Khilda Amalia

Pendidikan Matematika Pascasarjana kelas C

 

            Tak terasa, perkuliahan Filsafat Ilmu yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. di kelas Pendidikan Matematika Pascasarjana sudah berjalan hampir satu semester. Yang artinya bahwa perkuliahan Filsafat Ilmu ini akan segera selesai. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perkuliahan Filsafat Ilmu semester ini dilakukan secara online penuh.

Biasanya, Prof. Dr. Marsigit, M.A. akan mengadakan kuliah tatap muka secara online tiap dua pekan sekali melalui aplikasi Zoom. Di forum tersebut, beliau akan menjelaskan banyak hal mengenai Filsafat Ilmu di bidang Pendidikan Matematika sekaligus akan menyediakan sesi Tanya jawab dengan mahasiswa. Selain menggunakan forum tatap muka online, beliau juga menghendaki mahasiswa untuk melakukan aktivitas belajar mandiri melalui berbagai media yang ada seperti video pembelajaran Filsafat Ilmu milik Pak Marsigit di youtube.

Selama perkuliahan, ada banyak hal yang saya pelajari dari perkuliahan Filsafat Ilmu. Di antaranya yaitu bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak sempurna dalam kesempurnaan dan sempurna dalam ketidaksempurnaan. Saya memahami hal ini sebagai sebuah pemahaman bahwa meskipun seorang manusia merupakan makhluk yang tidak sempurna, namun ketidaksempurnaan itulah yang justru menjadikannya sempurna. Seperti dalam hal mengubah takdir. Tidak ada manusia yang bisa mengubah takdir, kecuali dengan Kuasa Tuhan. Dan di sinilah letak kesempurnaannya. Jika saja semua orang bisa mengubah takdir sesuka hati tanpa kuasa Tuhan, maka dunia ini mungkin akan hancur dan tidak memiliki keselarasan yang indah di dalamnya. Ketidaksempurnaan ini pulalah yang memungkinkan manusia untuk hidup. Jika manusia sempurna, ia tidak mungkin hidup.

Kehidupan manusia sendiri berada di antara fatal dan vital. Fatal berarti hal hal yang tidak bisa dipilih dan bersifat tetap seperti takdir. Sedangkan vital berarti hal-hal yang bisa dipilih dan diusahakan atau diikhtiarkan. Salah satu hal yang masuk keranah vital adalah pembelajaran matematika.

Pembelajaran matematika merupakan suatu hal yang bisa diikhtiarkan. Manusia yang terlibat di dalamnya seperti guru dan siswa dapat memilih dan mengusahakan pembelajaran matematika yang efektif untuk dilakukan. Pemilihan pembelajaran ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan antara banyak aspek, seperti materi yang perlu dikuasai siswa, kondisi siswa, dan kemampuan yang perlu ditanamkan oleh guru kepada siswa.

Pada suatu perkuliahan, Prof. Dr. Marsigit, M.A. pernah mengatakan bahwa pada hakikatnya pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar adalah kegiatan sosial. Maksudnya yaitu bahwa penekanan pembelajaran matematika di sekolah dasar tidak diletakkan pada keabstrakan konsep matematika, melainkan pada nilai-nilai kerjasama dan praktik matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga berlaku pada penerapan pembelajaran matematika di kelas 5 pada jenjang sekolah dasar.

Di kelas 5, penerapan konsep matematika sebagai kegiatan sosial menjadi sedikit berbeda dengan tingkat-tingkat sebelumnya. Salah satu hal yang membedakan adalah tingkat kompleksitasnya. Karena kelas 5 tergolong sebagai kelas yang tinggi di sekolah dasar, maka materi matematika yang disampaikan juga menjadi lebih kompleks karena siswa dianggap sudah memiliki pengetahuan yang cukup banyak untuk tingkatan sekolah dasar. Namun, pada hakikatnya pembelajaran matematika tetap disampaikan sebagai kegiatan sosial.

Konsep pembelajaran matematika sebagai kegiatan sosial ini dimaksudkan agar siswa dapat membangun minat terhadap matematika sejak dini. Mereka juga akan mulai bersahabat dengan matematika sebagai suatu hal yang menyenangkan. Harapannya, pengenalan pembelajaran matematika di kelas 5 sekolah dasar sebagai kegiatan sosial bisa menjadi bekal dan pemacu bagi siswa untuk lebih bersemangat dalam mempelajari matematika di kelas 6 maupun saat sudah melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi yaitu SMP dan SMA.

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar