RSS

Rabu, 22 Oktober 2014

Jauh di Mata Namun Dekat di Hati

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Jarak dan waktu tak kan berarti
Karna kau akan selalu di hati
bagai detak jantung yang ku bawa ke manapun ku pergi
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Katanya, langit akan tetap satu meski bumi terus berputar. Gumpalan kapas putih yang bergerak pun akan tetap setia untuk sebiru langit yang membentang luas di sana. Kau tahu? Dalam penantian-penantian panjang ini, tak pernah sedikit pun terbersit dalam pemikiran sang awan untuk melawan kesetiaan yang dianugerahkan Rabb-nya pada dirinya. Hanya satu alasannya. Kesetiaan itu sendiri. Ya, kesetiaan kepada Rabb-nya lah yang  terus menuntunnya untuk tetap setia dalam penantian panjang ini tanpa hadirnya langit-langit yang lain.
Mencoba menelaah bagaimana kesetiaan sesosok  awan putih untuk kekasih hatinya, sang langit biru. Hmm meski sebenarnya sosok sang langit pun masih terhitung rahasia baginya.  Bagaimana sang langit yang sebenarnya, bagaimana akhlaqnya, bagaimana ibadahnya, dan seberapa besar rasa cinta sang langit pada Rabb-nya. Dan sekali lagi kesetiaan itulah yang turut membuat kepercayaan sang awan putih akan bunyi surat cinta dari Sang Maha Cinta semakin menggelora dalam sukma. Bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik. Begitu pun sebaliknya.
Banyak memang yang sering menanyakan kesendiriannya. Sepasang merpati yang melintasi cakrawala, pelangi yang bersorak sorai menyeru dunia, atau bahkan hujan yang mengajarinya bagaimana melepas air mata. Mereka selalu menanyakan keputusannya untuk sebuah penantian panjang. Tak bosankah? Tak sepikah? Tak merasa sendirikah?
Di saat yang sama pula, sudut-sudut hatinya semakin menggemakan asma-Nya. Kepercayaannya akan suatu skenario terindah dari Rabb-Nya untuk pertemuan mereka kelak semakin terukir di jiwa. Percaya dan semakin percaya bahwa suatu hari nanti...Iya! Suatu hari nanti! Suatu hari nanti mereka pasti akan dipertemukan.  Meski sang awan putih tahu, bahwa di antara sekian jarak dan waktu yang membentang, untuk saat ini ia hanya mampu menyapa sang langit biru via suara. Iya, suara doa dan kerinduan yang dititipkan untuk sang langit biru pada Rabb-nya di setiap sujud malam sang awan J

Di bawah langit istimewa
Yogyakarta, 22 Oktober 2014

Rabu, 23 April 2014

When You Become A Leader

1. When you become a leader, maka selelah-lelahnya kamu, jangan tunjukkan kelelahanmu pada staff-staffmu.
Harus tetep semangat!
2. When you become a leader, maka segalau-galaunya kamu, jangan tunjukkan kegalauanmu pada staff-staffmu.
senyuuum ^^
3. When you become a leader, maka kamu harus tahu, kapan harus jadi leader, kapan harus jadi kakak, dan kapan harus jadi adik.
4. When you become a leader, maka itulah saat yang tepat untuk belajar menepis rasa lelah, mengeluh, marah, sebal, dsb.
5. When you become a leader, maka harus tetap semangat, senyum, bersinar, menyinari, maaf, tolong, terima kasih ^^
6. When you become a leader, mk nikmati proses belajar itu. Salah khilaf itu biasa. Karena aku, kamu, dia, kita, sama2 belajar :)
Semangat Leader!

Kamis, 20 Maret 2014

Rembulan

"Saat gelap mulai bertiup membungkus langit, maka di saat itulah aku semakin melihat semburat sinarnya di langit sana." -rembulan-

Berada di tempat yang kontras dengan kegelapan mungkin agak menyakitkan. Karena kita tak bisa melihat segalanya dengan cukup baik, hingga kita tak bisa bergerak seleluasa saat mentari memancarkan senyumnya pada langit biru. Tapi bisakah kita melihatnya dari sisi yang lain?
Karena mungkin, inilah waktu yang tepat untuk bersinar.
Karena mungkin, inilah alasan mengapa Allah menempatkanmu di sini, di tempat ini.
Ya, untuk bersinar dan menyinari!
Meski harus berjuang dua kali lipat, tapi inilah jalan yang harus kita hadapi. Jalan perjuangan. Karena hidup memang harus diperjuangkan bukan? Dan kau tahu? Mungkin inilah saat yang tepat untuk tak sekedar bersinar, tapi juga menyinari. Tapi juga menyinari. Semangat dua kali lipat! Lillah. Lillah. Lillah.
Karena kita istimewa ^_^

Sabtu, 01 Maret 2014

Ini Tentang Kita #2

Berubah?|iya po?
Beda?|hmm..
Asing?|iyakah..?
Udah nggak sejalan?|masak sih..?
Udah nggak nyambung?|ah, nggak juga.
Karena entah kenapa diri ini masih menyisakan sebuah kepercayaan bahwa kau tak berubah, kau tak berbeda, kau bukan orang asing, kita masih sejalan, dan kita masih bisa saling mengerti. Bukan begitu?

Rabu, 26 Februari 2014

Ini Tentang Kita #1

Entah mengapa...
Senja selalu istimewa di mataku
Senja selalu mengingatkanku pada banyak sosok di luar sana
Dan senja selalu mengajakku berjalan beriringan mengenal alunan kehidupan

Tak terhitung sudah berapa senja yang kulewati di sini.. di kota ini...
Bersama desir angin yang menghembuskan aroma perjuangan
Bersama riuh dedaunan yang membisikkan sebuah kerinduan
Dan bersama siul hujan yang merintikkan melodi persaudaraan

Kali ini, kucoba menapaki jejak-jejak ukhuwah kota ini...
Meski aku tahu..
Langit mulai menggumpal abu
Rintik hujan mulai runtuh
Dan jalanan mulai terlihat berkaca

Langkah kecil ini tetap mantap bersuka mengikuti arah setapak
Hati ini tetap menikmati melodi alam yang bertiup sendu
Dan jiwa ini tetap tenang memandang senja yang mulai menggeliatkan pesona malamnya

Kau tahu mengapa?
Karena semua ini tentang kau.. aku..
Kita...
Ukhuwah...
Cinta...
dan Allah...
Bukan begitu?

Selasa, 25 Februari 2014

FIRST MEETING IN ENGLISH CLASS WITH MR. MARSIGIT AND MR. ILHAM


            Mr. Marsigit and Mr. Ilham are English lecturers  in my class, Mathematic Education C 2013. In our first meeting last week, Mr. Marsigit and Mr. Ilham shared their experiences when they was studying abroad and of course, they also gived us some informations about assumptions to started the English class next. Before they gived us some assumptions, Mr. Marsigit and Mr. Ilham introduced their self.
            Mr. Marsigit is a lecturer here and also Mr. Ilham. Mr. Marsigit has a wife and two sons. He also has one grandson and two daughter- in law. He said if he had five son, may be the last son will have same ages with us which ages are about eighteen years old.  Mr. Marsigit talked to us that he was graduated from Institute of Education in London University. While Mr. Ilham was graduated from Utrecht University Netherland.
            After they talked about their experiences when they was studying abroad, they continued our English class by giving some assumptions about our English class next. The following assumptions of our English class are:
1.      We have some experiences in delanguage English since we’re in Junior High School or Senior High School.
2.      We are adults.
3.      We are responsible for our own learning.
4.      We have similar chance to learn English including Mr. Marsigit and Mr. Ilham that still learning English too.
5.      We should be an active learner.
It is important because it is according with our knowledge about English.
6.      English is life.
Because English is life, so the components inside must be live too. And to study something which is life, we must use a life approach that need e process. Process and activities is important for us to show that we are still live.
7.      Learning is constructing your capability in English.
8.      Learning English is to construct our English.
9.      English is a language and language is communication.
10.  Learning English for Mathematic education is consist of speaking, reading, writing, seeing, translating, showing, listening, understanding, answering, etc.
            Beside the assumptions, Mr. Marsigit also explained about judgement methodes in our English class. They are:
1.      Weekly test consists of vocabulary, grammar, and generally text.
2.   Learning Mr. Marsigit text books (Mathematic Billingual Books for International Class in Junior High School VII, VIII, IX).
3.      Online Reflection.
4.  Online activity such as commented in Mr. Marsigit blog (marsigitenglish.blogspot.com or powermathematics.blogspot.com). 1 comment, 1 point.
5.      Presentation. In this activity we must search and download the recording Mathematic Education teaching in English version then we must practice it.

Minggu, 23 Februari 2014

Please! Don't use code

Kode?
Pasti udah familiar banget dong ya sama istilah ini. And you know what, I don't like it some much. Untuk mengerti seseorang yang suka memakai 'kode-kode buatan' adalah sebuah pekerjaan yang tak kusukai. Mungkin lebih tepat dengan istilah agak membuang-buang waktu. Tiba-tiba ngambeklah, tiba-tiba cemberut, sedih. Haruskah aku mengartikan semuanya?
Hey, nggak semua orang punya daya kepekaan yang sama, right? Dan nggak semua orang harus mengerti kamu kan?
Jadi, mulai sekarang minimalisir penggunaan 'kode-kode buatan' itu ya ukh. Kalau ada masalah, katakan saja. Barangkali diri ini bisa sedikit meringankan beban di pundakmu itu.