RSS

Sabtu, 27 Desember 2014

Tegar

Aku bisa tegar karena-Mu
Bisa berpikir hidup ini indah
Meski tertatih
Terhempas –hempas
Tapi kucoba bertahan
Terima kasih tlah membuatku kuat
Sampai detik ini kumampu tersenyum
Ku tak mau hidup di masa lalu
Jalan hidupku masih terbentang panjang
(Syaamil-Tegar)

Saat tak ada seorang pun yang bisa mengerti kamu saat itu, maka bisa jadi di saat  itulah Allah ingin agar kamu bisa mengerti dirimu sendiri. Saat tak ada seorang pun yang bisa memberikan jawaban seperti yang kau harapkan, mungkin di saat itulah Allah ingin kau menanyakan hal itu pada-Nya agar kamu bisa menemukan jawaban itu langsung dari sumbernya. Saat tak ada setitik motivasi pun yang bisa membangkitkanmu dari luar maka bisa jadi itu karena Allah ingin kamu menjadi pribadi yang lebih kuat lagi dari hari ini. Pribadi yang lebih mandiri, pribadi yang selalu bisa menyemangati banyak orang di manapun, kapanpun, dan bagaimana pun keadaanmu saat itu. Be stronger! Dan saat tak kau dapati lagi pundak untuk menyandarkan diri, maka di saat itulah mungkin Allah sedang merindukanmu. Iya, merindukan dirimu yang dulu, yang pernah larut dalam rintihan air mata keberduaan yang tak tertahan. Mengadukan segalanya.
Kembali ingat mengapa kamu memilih jalan yang semacam ini. Kembali ingat mengapa kamu tetap bertahan menapaki jalan yang berliku nan terjal ini. Ingat lagi, apa yang menguatkanmu untuk tetap menegakkan kaki di atas bara api yang semakin kuat memanas. Ingat lagi, qi. Ingat J This is a right time for you to really understand who you are..


Karena orang yang hebat adalah orang yang tetap berusaha untuk bangkit meski banyak orang di sekitarnya yang meragukannya J

Setelah hujan usai, 22:42
Yogyakarta, 27 Desember 2014

Kamis, 04 Desember 2014

Lingkaran Cinta Edelweiss

Maka, Edelweiss.. layaknya sebuah fungsi sin..semoga Allah mengizinkan agar persaudaraan ini tetap kontinu dan berlanjut. Hingga selanjutnya dan pada akhirnya..meski berada di tempat yang berbeda, semoga Allah juga tetap menghimpun hati-hati ini dalam sebuah lingkaran yang tak bertepi. Iya, lingkaran cinta Edelweiss.

Yogyakarta, 4 Desember 2014
Di bawah senja yang menyejukkan
-Rizqi Khilda Amalia-

Rabu, 22 Oktober 2014

Sejak Hari Itu..

Jadi, apa yang masih membuatmu bertahan sampai saat ini? | Cinta, mungkin.
Kau mencintainya? | I..ya..
Maka, buktikanlah J
-Cuplikan 11 Jam 45 Menit-
Karena cinta tak cukup jika ia hanya berhenti dalam kata-kata. Ia perlu bukti nyata, guys. Dengan apa? Just Give Your Best!
Yuk, manfaatkan waktu yang masih tersisa. Luruskan niat, Niatkan lurus.
Dan sekali lagi, Cinta. Cinta karena-Nya.
Di bawah langit senja bertemankan cahaya,

 Yk, 19 Juni 2014, 18:00

Jauh di Mata Namun Dekat di Hati

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
Jarak dan waktu tak kan berarti
Karna kau akan selalu di hati
bagai detak jantung yang ku bawa ke manapun ku pergi
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Katanya, langit akan tetap satu meski bumi terus berputar. Gumpalan kapas putih yang bergerak pun akan tetap setia untuk sebiru langit yang membentang luas di sana. Kau tahu? Dalam penantian-penantian panjang ini, tak pernah sedikit pun terbersit dalam pemikiran sang awan untuk melawan kesetiaan yang dianugerahkan Rabb-nya pada dirinya. Hanya satu alasannya. Kesetiaan itu sendiri. Ya, kesetiaan kepada Rabb-nya lah yang  terus menuntunnya untuk tetap setia dalam penantian panjang ini tanpa hadirnya langit-langit yang lain.
Mencoba menelaah bagaimana kesetiaan sesosok  awan putih untuk kekasih hatinya, sang langit biru. Hmm meski sebenarnya sosok sang langit pun masih terhitung rahasia baginya.  Bagaimana sang langit yang sebenarnya, bagaimana akhlaqnya, bagaimana ibadahnya, dan seberapa besar rasa cinta sang langit pada Rabb-nya. Dan sekali lagi kesetiaan itulah yang turut membuat kepercayaan sang awan putih akan bunyi surat cinta dari Sang Maha Cinta semakin menggelora dalam sukma. Bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik. Begitu pun sebaliknya.
Banyak memang yang sering menanyakan kesendiriannya. Sepasang merpati yang melintasi cakrawala, pelangi yang bersorak sorai menyeru dunia, atau bahkan hujan yang mengajarinya bagaimana melepas air mata. Mereka selalu menanyakan keputusannya untuk sebuah penantian panjang. Tak bosankah? Tak sepikah? Tak merasa sendirikah?
Di saat yang sama pula, sudut-sudut hatinya semakin menggemakan asma-Nya. Kepercayaannya akan suatu skenario terindah dari Rabb-Nya untuk pertemuan mereka kelak semakin terukir di jiwa. Percaya dan semakin percaya bahwa suatu hari nanti...Iya! Suatu hari nanti! Suatu hari nanti mereka pasti akan dipertemukan.  Meski sang awan putih tahu, bahwa di antara sekian jarak dan waktu yang membentang, untuk saat ini ia hanya mampu menyapa sang langit biru via suara. Iya, suara doa dan kerinduan yang dititipkan untuk sang langit biru pada Rabb-nya di setiap sujud malam sang awan J

Di bawah langit istimewa
Yogyakarta, 22 Oktober 2014

Rabu, 23 April 2014

When You Become A Leader

1. When you become a leader, maka selelah-lelahnya kamu, jangan tunjukkan kelelahanmu pada staff-staffmu.
Harus tetep semangat!
2. When you become a leader, maka segalau-galaunya kamu, jangan tunjukkan kegalauanmu pada staff-staffmu.
senyuuum ^^
3. When you become a leader, maka kamu harus tahu, kapan harus jadi leader, kapan harus jadi kakak, dan kapan harus jadi adik.
4. When you become a leader, maka itulah saat yang tepat untuk belajar menepis rasa lelah, mengeluh, marah, sebal, dsb.
5. When you become a leader, maka harus tetap semangat, senyum, bersinar, menyinari, maaf, tolong, terima kasih ^^
6. When you become a leader, mk nikmati proses belajar itu. Salah khilaf itu biasa. Karena aku, kamu, dia, kita, sama2 belajar :)
Semangat Leader!

Kamis, 20 Maret 2014

Rembulan

"Saat gelap mulai bertiup membungkus langit, maka di saat itulah aku semakin melihat semburat sinarnya di langit sana." -rembulan-

Berada di tempat yang kontras dengan kegelapan mungkin agak menyakitkan. Karena kita tak bisa melihat segalanya dengan cukup baik, hingga kita tak bisa bergerak seleluasa saat mentari memancarkan senyumnya pada langit biru. Tapi bisakah kita melihatnya dari sisi yang lain?
Karena mungkin, inilah waktu yang tepat untuk bersinar.
Karena mungkin, inilah alasan mengapa Allah menempatkanmu di sini, di tempat ini.
Ya, untuk bersinar dan menyinari!
Meski harus berjuang dua kali lipat, tapi inilah jalan yang harus kita hadapi. Jalan perjuangan. Karena hidup memang harus diperjuangkan bukan? Dan kau tahu? Mungkin inilah saat yang tepat untuk tak sekedar bersinar, tapi juga menyinari. Tapi juga menyinari. Semangat dua kali lipat! Lillah. Lillah. Lillah.
Karena kita istimewa ^_^

Sabtu, 01 Maret 2014

Ini Tentang Kita #2

Berubah?|iya po?
Beda?|hmm..
Asing?|iyakah..?
Udah nggak sejalan?|masak sih..?
Udah nggak nyambung?|ah, nggak juga.
Karena entah kenapa diri ini masih menyisakan sebuah kepercayaan bahwa kau tak berubah, kau tak berbeda, kau bukan orang asing, kita masih sejalan, dan kita masih bisa saling mengerti. Bukan begitu?